News86 – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah mendatangkan tiga Clerk of The Course (CoC) untuk ajang WSBK Mandalika 2022.

Donny Mahardjono instruktur marshal dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengungkapkan,secara peraturan marshal sirkuit Mandalika akan mampu mandiri sepenuhnya setelah menyelenggarakan event selama tiga musim atau tiga tahun. Menurut Donny saat ini marshal yang berasal dari Nusa Tenggara Barat hampir 65 persen sudah pernah terlibat dalam WSBK Mandalika 2021 maupun MotoGP Mandalika 2023.

“Terdapat beberapa marshal yang baru direkrut oleh MGPA akan diberikan training program yang dimana sejak Sabtu (5/11) telah diberikan pengarahan dan hari Minggu (6/11) telah diberikan training dalam ruangan,” terang Donny Mahardjono

Donny juga menambahkan, para marshal nantinya akan diberikan pelatihan di lapangan mulai besok hingga hari kamis untuk memantapkan persiapan WSBK Mandalika 2022. Para marshal juga telah melakukan melakukan observasi mengelilingi sirkuit Mandalika untuk mengetahui medan di lapangan.

“Mulai dari kondisi cuaca yang dihadapi hingga penempatan-penempatan pos marshal,” pungkas Donny

Sementara itu, Direktur utama MGPA Priandhi Satria menerangkan, MGPA belum memiliki lisensi yang telah disetujui oleh FIM atau organisasi internasional di bidang olahraga sepeda motor. Contohnya di pit in untuk marshal yang bertugas harus sudah memiliki sertifikasi dari FIM yang dimana saat ini MGPA belum mempunyai marshal tersebut yang sudah mengikuti ujian. Beberapa yang memang harus memiliki sertifikasi dari FIM yang dimana di Indonesia belum ada maka selanjutnya meminjam dari Luar Negeri Malaysia.

“Harapan kami Ikatan Motor Indonesia bisa mengikuti ujian yang dimana targetnya tahun depan sudah bisa berlisensi sesuai kebutuhan WSBK dan MotoGP sehingga paling tidak di MotoGP 2023 bisa melaksanakan event sendiri dari sisi marshal,” harap Priandhi.