News86 – Selama dua hari mulai dari tanggal (29- 30/10),puluhan pelajar dan mahasiswa perwakilan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat NTB,mendapat pelatihan jurnalistik dari Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT).

Pelatihan diberikan sebagai upaya mendorong peningkatan kemampuan dan pengetahuan tentang literasi media, khususnya jurnalistik dikalangan generasi milineal di daerah ini. Berbekal pengetahun dan kemampuan itu, para generasi milineal tersebut bisa menjadi garda terdepan dalam melawan dan memerangi hoaks atau berita bohong.

“Ditengah kemajuan teknologi dan informatika sekarang ini,berita hoak atau berita bohong menjadi salah satu persoalan serius yang harus dilawan,” ungkap Sekretaris PWLT, Budiman, dihadapan peserta saat pembukaan pelatihan jurnalistik PWLT, di Mataram.

Untuk bisa melawan hoaks tersebut, maka pengetahuan akan dasar-dasar ilmu jurnalistik penting dimiliki oleh masyarakat. Karena dengan mengetahui dasar-dasar jurnalistik, cara kerja jurnalis serta kode etik sampai aturan pers, masyarakat sedikit tidak bisa memilah mana berita yang benar dan sesuai kaedah jurnalistik serta mana berita bohong atau hoaks.

Dengan begitu, masyarakat tidak tersesat termakan berita hoaks yang memang memuat informasi-informasi yang tidak benar serta tidak valid. Terutama lagi kalangan generasi milenial yang begitu dekat dan akrab dengan kemajuan teknologi saat ini. “Bahwa kemajuan teknologi informasi sulit untuk dibendung. Tapi dampak buruknya berupa berita hoaks harus dilawan,” tegas Budiman.

Lebih lanjut Budiman mengatakan, dengan kemajuan dan dukungan teknologi yang sudah begitu maju sekarang ini, masyarakat bisa dengan cepat dan mudah mendapatkan informasi yang bertebaran di dunia maya. Persoalan kemudian, kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh informasi tersebut nyatanya mengandung risiko tersendiri, berupa potensi terpapar berita hoaks.

Dan, untuk bisa mencegah terpapar berita hoaks masyarakat paling tidak harus punya proteksi dari diri sendiri serta lingkungan sekitar. Berupa pengetahuan jurnalistik tersebut. Sehingga masyarakat bisa lebih melek akan media. “Inilah yang kita harapkan dengan adanya pelatihan jurnalistik ini,” imbuhnya.

BACA JUGA  Hari Ini INTI Serahkan Bantuan Ratusan Paket Sembako ke Masyarakat Lombok Tengah

Sedangkan Dedi Sopan Sopian selaku pembina PWLT menyampaikan,dengan kemampuan serta pengetahun jurnalistik yang diperoleh dari pelatihan jurnalistik selama dua hari ini, para peserta diharapkan bisa memainkan peran ganda.Selain bisa melindungi diri sendiri dari potensi terpapar berita hoaks, tetapi juga bisa melindungi masyarakatnya. Paling tidak dilingkugan keluarganya.

“Semakin banyak yang terproteksi dari potensi paparan berita hoax atau berita bohong, maka dampak buruk dari berita hoax tersebut bisa dicegah dan diantisipasi sejak dini,” tutup wartawan Lombok Post ini