News86 – Temu Lingkungan Yayasan Duta Lingkungan Provinsi NTB bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Lombok Tengah dibuka Wakil Gubernur NTB Dr. Hj.Sitti Rohmi Danilah di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah Sabtu 24/ 9/2022.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti.Rohmi Djalilah mengapresiasi kegiatan Yayasan Duta Lingkungan Provinsi NTB yang terus menerus peduli dan perhatian terhadap kondisi Lingkungan di Provinsi NTB yang sudah mulai rusak akibat ulah pelaku ilegal logging. 

Melalui kegiatan audisi Duta Lingkungan Provinsi NTB itu diharapkan nanti akan muncul generasi generasi milenial yang mau dan peduli terhadap lingkungan.

“Saya apresiasi kegiatan ini, ini sangat baik sekali, anak anak muda diajak dan diarahkan untuk menjadi agen perubahan di Provinsi NTB” kata Wagub

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Yayasan Duta Lingkungan Provinsi NTB L.Amrillah berharap kedepan agar pemerintah daerah terus gencar melakukan perbaikan ekosistem terutama Hutan yang menjadi penyangga sumber mata air.

Yayasan Duta Lingkungan sebagai Motor penggerak perbaikan ekosistem lingkungan hidup akan terus berjalan melalui kegiatan baksos penghijauan di sejumlah tempat di Provinsi NTB.

“Terimakasih kepada Pemerintah Provinsi khususnya ibu Wagub atas kehadirannya membuka kegiatan audisi Duta Lingkungan Provinsi NTB yang digagas oleh Persatuan Wartawan Lombok Tengah bekerjasama dengan Yayasan Duta Lingkungan Provinsi NTB” tutupnya.

Dalam Diskusi Fodcasting, Nauval Furqony Parinduan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB hadir sebagai pembicara bersama Kadis LHK Provinsi NTB, WALHI NTB, dan Direktur Utama PDAM Kabupaten Lombok Tengah Bambang Supratomo.

Politisi Partai Gerindra Provinsi NTB itu mengatakan generasi muda Calon Duta Lingkungan Provinsi NTB penerus bangsa ini harus mampu membangun sebuah alogaritma dalam masalah sosial dan menjadi agen perubahan dalam konteks intelektual.

BACA JUGA  Muda dan Keren,Bajang Bagus Daftar Jadi Ketua DPC Demokrat Loteng Didampingi 9 Pengurus DPAC

Para Duta Lingkungan ini.kata Parin harus menjadi mesin Tiktok dalam perubahan main set masyarakat soal Lingkungan. Menurut dia, dalam membangun sebuah kata lestari maka Duta Duta Lingkungan ini harus punya visi misi yang jelas dan kuat. Menjadi agen perubahan dalam lingkungan tidaklah mudah namun dia yakin dengan tekad dan semangat yang tinggi maka akan mampu menjadi agen perubahan di daerahnya.

Bicara masalah kebijakan di DPRD Provinsi kata Parin, DPRD membangunkan produk produk yang dijalankan oleh dinas teknis yang akan digunakan untuk menyelaraskan harapan masyarakat menjadi mimpi yang nyata.

Pada prinsipnya DPRD sebagai wakil rakyat tentu sangat mendukung upaya nyata yang dilakukan oleh Yayasan Duta Lingkungan tersebut sebab bagi dia kegiatan yang dilakukan selama 7 tahun ini adalah kegiatan yang sangat baik. Dia menyadari bahwa sedikit sekali kelompok masyarakat yang mau dan peduli terhadap lingkungan..karena itu siapapun yang memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk menjadi agen perubahan dan perbaikan ekosistem lingkungan hidup yang baik maka harus di dukung.

“Tentu kami suport kegiatan ini, DPRD selaku Wakil rakyat sangat berterima kasih atas upaya nyata dalam menjaga dan melestarikan alam kita ini” ujarnya.

Direktur Utama PDAM Bambang Supratomo mengatakan PDAM selama ini menjadi operator dalam pengelolaan air bersih. Air merupakan kebutuhan pundamental Pada tahun 2012 berdasarkan data dari PDAM Kabupaten Lombok Tengah terdapat 600 Sumber mata air di Kabupaten Lombok Tengah namun sekarang sudah menurun menjadi 100 an sumber mata air.


Dia sendiri tak membayangkan bagaimana 10, 20 tahun akan datang. ” Pertumbuhan Penduduk meningkat, Kebutuhan airpun meningkat, sementara kondisi air sangat kurang. Kegiatan seremonial penaman pohon luar biasa, namun satu dua tiga hari hilang, jika tidak ada lagi kepedulian masyarakat maka dikhawatirkan mata air kita akan habis, ini akan jadi masalah besar” ujarnya.

BACA JUGA  Jadwal E Rekon Mendesak, Aplikasi Keuangan di KPU se NTB di Update Serentak

PDAM katanya dalam melakukan penanaman pohon penuhi tiga prinsip, ekologis, ekonomis dan sosial. Ketiga prinsip ini harus dilihat dalam setiap gerakan penghijauan.

Sementara Maulana dari WALHI mengatakan perubahan iklim faktornya masif yakni alih fungsi lahan. Banyak kawasan yang dahulunya hutan alih fungsi menjadi tempat pengembangan obyek wisata melalui proyek strategis nasional.

Paling ujung pulau Lombok hingga pulau Sumbawa belum terjaga kelestariannya akibat adanya penambangan tanpa izin, ini belum ada evaluasi secara jelas. “Kita harus bangkitkan kesadaran masyarakat seluas luasnya. Tak bisa harapkan inisiatif sendiri namun harus diorganisir” kata Maulana.


Terakhir Kepala Dinas LHK Provinsi NTB mengatakan upaya perbaikan ekosistem lingkungan hidup terus dilakukan melalui gerakan penghijauan dengan melibatkan kelompok kelompok masyarakat, praktisi lingkungan, mahasiswa dan para Duta Duta Lingkungan Provinsi NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.