News86 – Pembangunan jembatan pemoles desa Batu Jangkih kecamatan Praya Barat Daya dikebut,setelah pengecoran abutment beton bagian utara dan selatan rampung dan masa/umur pengeringan beton sempurna BPBD Lombok Tengah siap melanjutkan pekerjaan mayor berikutnya yakni tahapan pengecoran Balok dan Plat lantai jembatan.

Pembangunan jembatan pemoles sebelumnya sempat diisukan mangkrak akibat belum ada progres kelanjutannya.

Kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Lombok Tengah Zamzuri saat memberikan keterangannya terkait isu miring tersebut.

“Bukan mangkrak proses pembangunannya terus dilaksanakan tahap demi tahap, secara teknis beton membutuhkan waktu/umur beton supaya pengeringan dan pematangan beton Pancang (abutment beton) utara dan selatan sempurna yang sudah selesai di cor membutuhkan waktu yang cukup lama, secara teknis proses pematangan beton itu paling cepat 2 minggu (14 hari) sampai 4 minggu (28 hari) atau1 bulan, tidak bisa cepat. Tegasnya.

Zamzuri, juga menambahkan progres capaian pembangunan jembatan Pemoles ditargetkan pada bulan September akan mencapai 70% sehingga tahun ini jembatan Pemoles bisa selesai dan bisa di manfaatkan oleh masyarakat khususnya 2 Desa yaitu Desa Montong Sapah dan Desa Batu Jangkih utk meningkatkan akses mobilisasi, ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Insya Allah sekarang sudah mencapai 70%, akhir bulan ini (September) akan lanjut ke tahapan pengecoran Balok Pelat tuntas dengan spesifikasi jembatan lebarnya 4 meter, tinggi 5 meter, alur sungai 9 meter, dengan bentangan jembatan 12 meter akan segera tuntas, dengan bentangan 12 meter jadi dipastikan aman dari sedimentasi dan debit air maksimum saat hujan.” Tutupnya.

Sementara itu, Ir. Lalu Martawijaya. Anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah Lombok Tengah menjelaskan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Pathul – Nursiah untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Pemoles sampai tuntas.

BACA JUGA  Reses Dewan Haji Lalu Sarjana: Masyarakat Minta Lebih Diperhatikan

“Tim Percepatan Pembangunan Daerah Lombok Tengah akan terus mengawal pembangunan jembatan Pemoles sampai Tuntas 100%, walaupun dikerjakan dengan bergotong royong (swakelola) melibatkan semua pihak termasuk masyarakat setempat.” Jelasnya.

Jangan buat pernyataan yang melemahkan, mari kita bagun sama-sama supaya jembatan Pemoles segera dapat dinikmati oleh masyarakat Desa Batujangkih dan desa montong sapah. Imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.