News86 – Bupati Lombok Tengah Bupati menggelar rapat lengkap terkait dengan hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan terhadap kandungan zat  E-Coli pada air Embung Bidadari Desa Saba Kecamatan Janapria. 

Dalam rapat di Pendopo Bupati dihadiri Sekretaris Daerah,Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bidangnya,Kapolsek Janapria,Camat Janapria,Kepala Desa Saba dan sejumlah tokoh masyarakat.

Bupati Pathul menegaskan pemerintah daerah tidak akan menutup Bendungan atau Embung tersebut sebab hal ini menyangkut keyakinan orang. “Mereka bukan orang bodoh,tetapi ini bicara keyakinan,tak bisa kita larang orang yakin, karena yakin masyarakat sembuh” kata Bupati.

Bagi Bupati keyakinan masyarakat tentang khasiat dari Embung Bidadari itu adalah anugrah dari Allah SWT yang harus dipelihara dan dijaga,bahkan kata Bupati bila perlu buat jadi wisata religi,sebab ini anugrah karena ada hal positif yang diperoleh seperti halnya pedagang dan parkir.Akan tetapi,kata Bupati berdasarkan hasil laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah  menunjukkan adanya bakteri e-coli yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Ini yang harus kita pikirkan solusinya, jangan sampai justru membahayakan manusia,tanpa menutup usaha usaha kecil masyarakat yang tumbuh di tempat itu,terlebih lagi ada untuk amal Masjid” kata Bupati.

Untuk itu Bupati meminta kepada Kepala Desa dan masyarakat untuk membuat MCK dan tempat bilas.Selain itu harus ada himbauan tegas agar tidak buang hajat didalam Embung sebab kotoran itulah yang membuat kandungan air ada bakteri e-coli nya. “Saya ingin ini berkelanjutan bila perlu waktu yang lama, hanya saja perlu dipikirkan bagaimana air ini jadi bersih, sarana prasarana harus disiapkan, harus ada air yang mengalir” ujarnya.

Jadi kata Bupati,pemerintah tidak akan menutup Embung tersebut hanya saja perlu dipikirkan dampak kesehatan dari masyarakat.

BACA JUGA  Bupati Pathul Tinjau UMKM Sirkuit Motor Cross 459.

Sedangkan Kades Saba Syafruddin mengatakan Embung Bidadari sebenarnya bernama Mbung Mulur,namun berubah namanya setelah viral. 

Dampak yang ditimbulkan dari Embung Bidadari itu seperti pedagang mulai tumbuh.Pendapatan ekonomi masyarakat meningkat,sebagian juga untuk sumbangan sosial ke Masjid dan danpak positif lainnya namun demikian dia menyadari apa yang menjadi hasil dari uji laboratorium Dinas Kesehatan tersebut karena itu dia berharap ada solusi dari pak Bupati.

“Dampaknya luar biasa bagi masyarakat kami pak Bupati,kamipun memahami apa yang menjadi kekhawatiran pemerintah melalui Dinas Kesehatan hanya saja kami mohon arahan dan solusinya dari pak Bupati” katanya.

Menjawab hal itu Bupati menegaskan tidak ada hajatan untuk menutup, bila perlu diperluas dan jika dibutuhkan aparat pol PP untuk membantu menjaga,maka pemerintah akan siapkan,cuma yang perlu dipikirkan airnya mengandung E-coli,

“kalau saya harus saya pikirkan bahkan bagimana menjadi berkelanjutan tetapi pikirkan kesehatan dampak masyarakat dari zat-zat kimia E-coli dan zat lainnya. Keramaian ini beri dampak luar biasa hanya saja bagaimana kita pikirkan agar tidak ada penyakit koreng, gatal dan penyakit lainnya danpak dari E-coli itu” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Suardi menegaskan berdasarkan hasil uji laboratorium,air tersebut mengandung E-coli yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Secara fisik kata Kadikes air itu berwarna sehingga sudah pasti tak layak untuk minum,

Dia juga sepakat bagaimana tempat itu biar tetap ramai tetapi bersih.Pihaknya juga siap membangun pos kesehatan ditempat itu. 

Kapolsek Janapria mengingatkan kepada pengelola untuk menjaga keamanan kesehatan masyarakat, “kita harus pikirkan kesehatan masyarakat juga,,apa yang menjadi himbauan pemerintah harus dilaksanakan karena ini menyangkut kebaikan masyarakat.Soal keamanan juga harus kita pikirkan,akses jalan juga harus dipikirkan.Harus disiapkan tempat buang hajat dan bila perlu ada pelampung karena ditempat itu ada yang dalam” kata Kapolsek.

BACA JUGA  Gerakan Digitalisasi Bumdes,UMKM dan Koperasi

Diakhir rapat, Bupati menegaskan akan mendukung fasilitas umum ditempat itu baik akses jalan maupun fasilitas lainnya. 

Bupati bahkan memerintahkan kepada Sekda untuk membangun akses jalan yang baik menuju lokasi. “Besok pak Sekda perintahkan PU untuk Survei kondisi jalan. Kalau jalannya masih kecil,nanti kita lebarkan,kita aspal,termasuk Dikes turun ke lapangan untuk cek kondisi kesehatan masyarakat termasuk hal-hal yang perlu disiapkan” perintahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.