News86 – Sebagai upaya mewujudkan prinsip sustainable tourism di seluruh kawasan pariwisata yang dikelola, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) BUMN pengelola kawasan pariwisata di Indonesia, mendorong pemanfaatan energi terbarukan bagi sejumlah fasilitas di dalam kawasan The Mandalika, Lombok, NTB.

Fasilitas tersebut antara lain penerangan jalan umum (PJU) dan charging station berbasis tenaga surya hingga pemanfaatan lahan untuk solar farm. Selain itu ITDC juga akan meningkatkan operasional kawasan yang ramah lingkungan melalui penggunaan moda transportasi bertenaga listrik, dan penyediaan pengolahan air dan limbah dalam kawasan.

Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro menuturkan, “Pembangunan dan penggunaan fasilitas yang memanfaatkan energi terbarukan dan ramah lingkungan di dalam Kawasan The Mandalika ini merupakan komitmen kami dalam mewujudkan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan.”

Saat ini sebanyak 541 unit penerang jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya telah terpasang dan tersebar di sejumlah titik dalam kawasan The Mandalika, sementara lima unit charging station berbasis solar cell tersebar di Kuta Beach Park dan Pertamina Mandalika Circuit. Instalasi PJU dibangun sebagai bagian dari program Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (MUTIP), sementara fasilitas publik charging station disiapkan melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Yayasan Sinar Utama Nusantara (SUN).

Sebagai informasi, MUTIP adalah program pembangunan infrastruktur pariwisata di The Mandalika yang dibiayai sepenuhnya oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). MUTIP merupakan program pembiayaan pertama secara standalone/mandiri yang dilakukan AIIB di Indonesia dan secara global merupakan pembiayaan pertama AIIB bagi kegiatan pembangunan infrastruktur pariwisata.

Untuk semakin memaksimalkan sumber penggunaan energi terbarukan berbasis pada tenaga surya dalam jangka panjang, ITDC akan menyediakan lahan seluas 24,9 ha untuk penyediaan solar farm di zona tengah kawasan The Mandalika yang akan dikerjasamakan dengan calon investor.

BACA JUGA  Bupati bersama Wabup Kompak Hadiri Rahman Rahim Day

“Pemanfaatan energi terbarukan akan diterapakan secara bertahap The Mandalika. Selain itu, kami juga menggunakan sejumlah fasilitas di dalam kawasan yang lebih ramah lingkungan,” tambah Bram.

Fasilitas ramah lingkungan yang tersedia di The Mandalika antara lain moda transportasi berupa 20 unit motor listrik, 4 unit buggy, dan 5 unit segway untuk melakukan aktivitas operasional kawasan dan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang berfungsi untuk mengolah air laut menjadi air bersih yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di dalam kawasan.

Ke depannya, melalui proyek MUTIP, ITDC juga akan meningkatkan operasional kawasan yang lebih ramah lingkungan dengan menyediakan Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk mengolah limbah cair dan Solid Waste Treatment Plant (SWTP) untuk mengolah limbah padat yang ada di dalam kawasan.

“Jumlah jaringan utilitas di dalam kawasan inipun tidak hanya berhenti saat ini saja, melainkan akan terus bertambah seiring dengan penambahan infrastruktur dasar yang terus berkembang di The Mandalika, dengan harapan kawasan ini semakin dapat memenuhi fasilitas sebagai destinasi pariwisata dengan konsep sustainable tourism berstandar internasional,” tutup Bram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.