News86 – Suburnya mafia tanah bukan hanya di kawasan pariwisata saja,tetapi kawasan hutan juga ada dan sangat banyak.Menanggapi hal tersebut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Barat Dian Santi Utama mengungkapkan,semangat dan komitmen Kementrian ATR/BPN bersama Institusi Aparat Penegak Hukum (Polri/Kejagung) untuk menindak tegas mafia tanah harus mengalir sampai ke Daerah.

Keran aduan untuk masyarakat harus dibuka seluas-luasnya di Daerah,karena sejak lama telah terdengar kabar para mafia tanah begitu leluasa operasi dengan berbagai modus, lebih-lebih Lombok sebagai Daerah Pariwisata itu tempat subur bagi para mafia tanah. Polanya beragam, ada yang sertifikatkan tanah terlantar, sertifikatkan tanah kawasan sampai ada juga yang sertifikatkan tanah modal sporadik kongkalikong.

Dikatakan DSU,PSI diarahkan untuk membantu masyarakat apabila ada pengaduan dari masyarakat, karena PSI melihat hal ini adalah persoalan yang terjadi pada masyarakat dari dulu dan tidak selesai-selesai.

PSI juga di Daerah diminta membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan terutama masyarakat yang menemui jalan buntu ketika menjalankan upaya hukum dan menjadi korban dari mafia tanah terutama ketika adanya indikasi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum pegawai ATR/BPN, APH hingga Kehakiman.

” Kita buka-bukaan saja,banyak yang menyampaikan kepada kami proses demi proses yang dilalui masyarakat ketika mengadu soal perampasan hak tanah miliknya. Proses penuntutan sampai pada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) sering kali dikendalikan dan/atau permainkan oleh para Mafia Hukum dan Mafia Tanah.

” Perlu kita ingat, ladang basah untuk para mafia tanah ini bermain bukan hanya di daerah/kawasan Pariwisata tapi juga di kawasan-kawasan hutan, kita sudah collect data-datanya,”pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.