News86 — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dapil Batukliang dan Batukliang Utara (BKU) Haji Sidik Maulana bersama Dinas Peternakan Lombok Tengah (Loteng) turun langsung ke peternakan warga.Rabu (22/06).

Tujuanya,selain untuk melihat langsung perkembangan kesehatan hewan ternak sapi yang terserang PMK juga untuk memberikan penyuntikan vitamin pada hewan ternak sapi tersebut.

Anggota DPRD Dapil Batukliang dan BKU Loteng, H Sidik Maulana menyatakan, pihaknya meminta dinas turun karena melihat kondisi hewan ternak milik warga yang saat ini rata-rata sudah terserang PMK. Bahkan, beberapa hari belakangan ini banyak hewan ternak masyarakat juga meninggal akibat penyakit tersebut.

“Bisa di lihat rata -rata sekarang hewan ternak terutama sapi milik warga terpapar virus tersebut.Bahkan parahnya sudah banyak juga yang telah tewas, ” tegasnya

Kak Tuan Sidik juga menegaskan,melihat merebaknya PMK ini pada hewan ternak warga sekarang,sudah seharusnya Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) bergerak cepat. Sebab, sangat kasian masyarakat terutama pemilik ternak yang hawatir dengan kondisi sapinya.

“Dinas harus selalu berada di tengah peternak.Untuk memberikan solusi dan pengobatan agar mereka tidak merasa panik,” ucapnya.

KTS juga menegaskan dampak dari penyebaran PMK pada hewan ternak ini sangat besar sekali pada peternak. Karena akibat PMK ini membuat harga hewan ternak sapi menurun drastis sekali. Dimana semula harga 25 juta satu ekor. Sekarang harganya sekitar 15 juta.

“Kasian peternak kita sekarang merugi dengan penyebaran PMK ini. Saya minta pada Pemda untuk segara menangani persoalan ini. Paling tidak intens memberikan pengobatan pada hewan ternak warga, ” imbuhnya.

Sementara itu,Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, Agus menyatakan, pihaknya saat ini sedang turun bersama tim untuk memberikan pengobatan berupa penyuntikan obat dan vitamin pada hewan ternak milik warga.

BACA JUGA  Di Desa Beleka Jago Merah Lalap Open Tembakau

Untuk hari ini lanjutnya, pihaknya turun memberikan penyuntikan obat maupun vitamin secara gratis di Peternakan milik warga yang ada di wilayah Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara.

“Sekarang kami pokus turun tim ke lapangan untuk memberikan suntikan pengobatan pada hewan ternak warga. Sembari menunggu pengiriman vaksin nantinya oleh pusat, ” jelasnya.

Ia mengaku, penyebaran PMK ini saat ini terus mengalami peningkatan drastis di lapangan. Sehingga pihaknya berharap pada semua lini untuk berkoordinasi. Salah satu caranya adalah melaporkan pada UPT jika ada hewan ternak warga yang terpapar.

“Untuk mengatasi persoalan PMK ini. Kami memperkirakan membutuhkan anggaran berkisar Rp 1.9 miliar. Mengingat jumlah hewan ternak warga yang terpapar terbilang cukup banyak, “ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.