News86 – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid hadir menjadi keynote speaker dalam acara yang bertajuk “Lombok Dalam Persilangan Budaya” yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Lobar yang berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berlangsung di Kantor Disarpus Lobar, Jumat (03/06).

Disebutkan,antara budaya dan agama kerap menjadi suatu perselisihan di tengah masyarakat dan bagaimana mencari solusi dan jalan tengah sehingga budaya di Lombok terutama bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan keberagaman dan toleransi yang berhubungan dengan budaya

Bupati Fauzan mengatakan budaya bisa menjadi prioritas pembangunan pariwisata di Indonesia khususnya di Lombok.

“Kenapa negara lain lebih banyak kunjungan wisatawannya daripada negara kita, itu tidak lain adalah karena budaya,” ujar bupati dua periode tersebut.

“Selain mereka menjual keindahan alamnya mereka juga bisa mendapatkan keuntungan dari budaya mereka”.

Bupati Fauzan juga paparkan mengenai perilaku masyarakat sehari-hari kepada budaya dan bahkan dijadikan sebagai legitimasi tetapi melupakan filosofi kenapa budaya itu muncul.

“Contoh yang sederhana itu seperti Merarik dengan dengan cara mencuri pengantin wanitanya, itukan filosofinya positif, bukan menculik perempuan,” jelas suami dari Hj. Khaeratun Munzir ini.

“Tetapi sekarang ini filosofinya tidak muncul, bahkan banyak orang yang salah paham dengan teradisi merarik ini”.

Hadir dalam kesempatan tersebut menjadi Narasumber Dr. H. Ahyar Fadly, Rektor IAI Qamarul Huda, Dr. Erni Budiwanti, penulis dan peneliti pada BRIN, Drs. H. L. Anggawa Nuraksi dari unsur budayawand dan Kadis Disarpus H. Saepul Akhkam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.