News86 – Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan terkena bencana alam,mengingat letaknya tepat pada ujung pergerakan lempeng dunia. Kondisi ini memaksa kita harus berfikir realistis, kreatif,inovatif,dan progresif.

Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH saat membacakan sambutan Direktur Bina Potensi Basarnas dalam pembukaan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) dan Pelatihan Potensi Sar “Pertolongan Pertama (First Aider)” mengatakan,untuk mengurangi kecenderungan masyarakat bergantung pada pemerintah dalam menghadapi bencana dan musibah di sekitar,Basarnas menerapkan konsep kerja sama pentahelix dengan mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) potensi guna mendukung penyelenggaraan operasi sar.

“bahwa musibah dan bencana bisa dikurangi resikonya melalui kolaborasi pentahelix,” kata Nanang, Selasa (17/05),di Lombok Tengah.

Kerja sama pentahelix melibatkan kerja sama dari lima elemen masyarakat, yakni pemerintah,kalangan pengusaha, komunitas,media,dan akademisi. Masing-masing elemen memberikan sumbangsihnya dalam pemecahan masalah secara kolaboratif, dengan mengesampingkan perbedaan-perbedaan.

Salah satu wujud pelaksanaan peningkatan SDM Potensi adalah pelaksanaan pelatihan Pertolongan Pertama (First Aider) bagi potensi sar saat ini yang diselenggarakan oleh Kantor Sar Mataram selama enam hari kedepan.

Basarnas selaku leading sector penyelenggaraan operasi sar secara intensif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan potensi sar melalui FKP3 tingkat daerah.Potensi sar baik di tingkat daerah maupun pusat merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan operasi sar. Pelaksanaan operasi sar identik dengan resiko tinggi,terlebih adanya pandemi Covid-19.Karena itu,kita harus menyamakan persepsi, baik pola pikir maupun pola tindak, dalam implementasinya.

“tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapabilitas personil Potensi SAR khususnya saat terlibat dalam pelaksanaan operasi sar pada pertolongan pertama (First Aider),” tandasnya.(HMSBasarnas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.