News86 – Desa Teratak,Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara,yang menjadi Kampung Perikanan Budidaya di Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022.Resmi di launcing oleh Dirjen Perikanan Budidaya Dr. Tb.Hyeru Rahayu,A.Pi..,M.Si yang didampingi oleh Direktur Pakan dan Obat IkanIr.Ujang Komarudin, M.Si, Direktur Perbenihan KKP RI dan Kepala Balai Budidaya Laut Sekotong . Serta dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah,Camat Batukliang Utara beserta Kepala Desa Aik Berik dan Teratak Sabtu (26/03) 2022. bertempat di Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara.

Kampung Perikanan Budidaya adalah suatu kawasan yang berbasis komoditas unggulan dan/atau komoditas lokal dengan menyinergikan berbagai potensi untuk mendorong perkembangnan usaha pembudayaan ikan yang berdaya saing dan berkelanjutan, menjaga kelestarian sumber daya ikan,serta digerakkan oleh masyarakat sehingga mampu menjamin produksi yang kontinu dan terjadwal.

Dengan tujuan dibentuknya Kampung Perikanan Budidaya yaitu mengembangkan komoditas unggulan dan/atau komoditas lokal endemik untuk mencegah kepunahan;mewujudkan kegiatan usaha perikanan budidaya yang terhubung mulai dari sarana prasarana produksi budidaya, sarana prasarana pasca panen, pengembangan skala usaha para pelaku Usaha, dan pasar;meningkatkan produksi dan produktivitas perikanan budidaya;meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Pembudi Daya Ikan; dan meningkatkan partisipasi masyakarat lokal.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Lombok Tengah DR. H. Nursiah, S.Sos, M.Si menyampaikan rasa terima kasih dan bersyukur atas perhatian, dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Kelautan dan Peikanan Dirkektorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Gagasan ini berkaitan dengan Program Kampung Budidaya adalah sangat sesuai dengan karateristik wilayah Kabuapten Loteng juga sejalan dengan visi misi kabuapten Loteng dimana, pendekatan pembanguan yang berdasarkan Zona wilayah dimana untuk zona kawasan Aik Meneng sangat tepat ketika sebagaii kawasan pengembangan. Budidaya Air Tawar yang di meliliki potensi sumber air yang luar biasa, memiliki komoditas unggulan yang dapat mendukung ketahanan pangan dan bernilai ekonomi tinggi,di lihat dari segi aspek social dikawasan ini sudah terbentuk kelompok Pembudidaya Ikan sebanyak 36 Kelompok dengan luas areal budidaya sekitar 48 Hektar dengan jumlah pelaku pembudidaya sebanyak 360 orang dengan tingkat produksi rata-rata 45-50 ton/hektar/tahun.

BACA JUGA  Angkasa Pura I LIA Serahkan Bantuan Toilet Umum dan Kontainer Sampah

Berharap dengan di launchingnya Kampung Perikanan Budidaya di Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022 oleh Dirjen Perikanan Budidaya hari ini masyarakat akan memanfaatkannha dengan baik.ujar Wabup

Sedangkan,Dirjen Perikanan budidaya (Dr. Tb.HYeru Rahayu, A.Pi.., M.Si) menekankan pada 3 hal yaitu :
Belum terpenuhinya kebutuhan benih ikan di Kabupaten Lomteng, dimana proyeksi kemapuan dari BBI dan UPR yang ada di Lombok Tengah hanya 6 juta ekor sehingga terdapat kekurangan benih yang harus didatangkan dari luar daerah.,masih Tingginya Harga Pakan sistem Pemasaran yang belum Optimal.

Terkait dengan permasalahan diatas kami mengharapkan untuk pemenuhan kebutuhan benih di daerah maka perlu oprtimalisasi fungsi BBI dengan cara peremajaan Induk-induk ikan unggul dan untuk peningkatan kualitas induk, kami dari kementerian akan mensuport kebutuhan induk di daerah dengan memfasiilitasi kerjasama dengan UPT-UPT Perikanan yang ada di daerah , seperti di Balai Besar Budidaya Mandi Angin di Kalimantan Selatan, itu adalah Balai Besar Budidaya Air Tawar yang wilayah kerjanya mendampingi Nusa Tengara Barat ter masuk Lombok Tengah.

Kedepan diharapkan secara bertahap pembudidaya bisa membuat pakan mandiri, dalam hal ini pak Dirjen berjanji akan memberikan 1 paket Mesin Pencetak Pakan dengan kapasitas produksi 90 kg/jam
Dalam Pemasaran Pak Dirjen berharap pembudidaya yang ada di lombojk tengah tidak hanya berorientasin pada pasar lokat tetapi bisa menghasilkan ikan-ikan Fillet yang bias diekspor ke luar negeri. Untuk memperluas wawasan dalam hal ini bias melaukan study banding ke Wilayah Boyolali yang sudah terbentuk Kampung Lele yang nilainya transaksinya mencapai 1,2 Triliun rp/tahun.ungkapnya

Sementara Kepala,Dinas Kelautan dan Perikanan H.Kamrin menyampaikan apresiasi, terima kasih,Alhamdulillah wa syukurillah atas support dan perhatian yang diberikan kepada Loteng. Kedepan Kami oiptinis loteng mampu bersaing di tingkat nasional.

BACA JUGA  Avanza Tabrak Truck Fuso di Jalan Raya Kecamatan Kopang

Diakhir Sambutan Dirjen memberikan Bantuan sarana dan prasarana secara simbolis yang diserahkan kepada Wakil Bupati Lombok Tengah yang didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Tengah. Sekaligus melaksanakan launcing dengan membuka tirai papan Plang Penetapan Kampung Perikanan Budidaya Lombok. Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.