News86 – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama jajaran TNI-Polri,Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengelar rapat pembahasan persoalan pemasangan patung Jokowi di depan Sirkuit Mandalika.

Rapat yang di pimpin langsung Bupati Lombok Tengah di ruang rapat utama kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (04/03).

Bupati Pathul Bahri usai rapat menjelaskan rapat koordinasi tersebut disepakati bahwa tidak ada masalah terhadap pemasangan patung Presiden Jokowi menaiki sepeda motor di kawasan mandalika Lombok Tengah.patung itu lebih hanya sebagai penghargaan masyarakat Lombok Tengah kepada Bapak Presiden Jokowi.Izin diberikan setelah mendengar masukan dari berbagai pihak termasuk Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lombok Tengah.ungkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati Pathul juga menyatakan,Patung Jokowi naik motor hanya karya seni saja yang di tunjukkan oleh masyarakat Indonesia

Terkait dengan anggapan masyarakat bahwa pemasangan Patung itu syirik atau haram,Bupati menegaskan anggapan itu sudah terlambat diutarakan sebab hampir disetiap sudut kota baik di dalam Kabupaten Lombok Tengah maupun di kota kota lain di Indonesia terdapat patung Patung.

“Kita di Lombok Tengah saja banyak patung,termasuk di Patung Putri Mandalika dan para pangeran,jadi sudah telat kita memaknai itu semua” ungkapnya.

Bupati Pathul menghimbau kepada masyarakat Lombok Tengah untuk tidak mempermasalahkan soal pemasangan karya seni patung jokowi itu.Sebab mengingat jasa presiden Jokowi bagi masyarakat Lombok Tengah sendiri sudah tak terhitung nilainya.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah untuk tetap menjaga kondisifitas,untuk tidak mempermasalahkan rencana pemasangan karya seni Patung Pak Presiden itu,”uangkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.