News86 – Perhelatan MotoGP Mandalika 2022 momentum yang tepat bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah Nusa Tenggara Barat untuk bangkit kembali dan juga memperoleh manfaat ekonomi.
“Mandalika sebagai sport tourism tidak hanya menguatkan prestise Indonesia tapi juga diharapkan sebagai momentum meningkatkan ekonomi bangsa,utamanya
dengan mendatangkan banyak wisatawan sehingga bisa memberikan spotlight bagi UMKM lokal,” demikian ungkap Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan
Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary,dalam sambutannya di Forum Digitalk bertema “UMKM NTB Siap Sambut MotoGP 2022” pada hari Selasa, 22 Februari 2022
yang diinisiasi oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim,
Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik.

Sedangkan,Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. HM Nursiah, S.Sos.,M.Si memberikan sambutan bahwa jauh sebelum perhelatan MotoGP yang akan datang,sudah dilakukan beberapa kegiatan kurasi berbagai macam produk UMKM Nusa
Tenggara Barat,khususnya Kabupaten Lombok Tengah, dan berharap dapat
memanfaatkan Forum Digitalk UMKM Nusa Tenggara Barat sebagai kesempatan untuk menunjukkan capaian tersebut.

“Masih ada waktu yang cukup untuk bisa kami tunjukkan dan hasilnya nanti akan menjadi bagian referensi kami, Lombok Tengah khususnya dan Nusa Tenggara Barat dan pada akhirnya nanti hasil ini merupakan keyakinan kita bersama untuk bisa
mengikuti perhelatan MotoGP dengan perspektif promosi daerah kita Nusa Tenggara Barat”, tutur Nursiah.

Ketua Dekranasda NTB, Niken Saptarini Widyawati menambahkan perhelatan MotoGP mendatang merupakan kesempatan dan bagian dari proses untuk memperbaiki diri,melakukan kurasi, dan peningkatan kualitas UMKM di NTB.

Niken juga mengatakan bahwa para UMKM di Nusa Tenggara Barat adalah UMKM-UMKM yang semangat untuk belajar dan semangat untuk bergabung dalam wadah-wadah dimana mereka bisa sama-sama sharing dan bergerak dalam konteks
kewilayahan maupun dalam konteks organisasi untuk kemajuan dari anggota- anggotanya.

BACA JUGA  Gelombang Lebaran Kedua,Rutan Praya Tetap Siaga.

“Ini merupakan potensi-potensi yang kita semua banggakan di Nusa
Tenggara Barat dan kita siap untuk meningkatkan koordinasi kerjasama dan kualitas agar di MotoGP kita benar-benar menjadi tuan rumah bagi para tamu di daerah kita
sendiri”, kata Niken.

Sementara Founder dan CEO Ladara,Nanny Hadi Tjahjanto menghimbau masyarakat untuk memilih produk lokal hasil karya bangsa dibandingkan produk luar negeri karena dengan memilih produk dalam negeri dapat secara langsung mendukung dan mendorong perkembangan para pelaku bisnis UMKM dan juga mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia secara nyata“Kami akan membuat Ladara menjadi pusat berbagai kerajinan dan juga produk- produk khas daerah di seluruh Indonesia yang bisa dibeli secara online,sehingga akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan produk yang tadinya hanya tersedia di daerah-daerah nantinya akan bisa didapat hanya dalam genggaman,” jelas Nanny.

Ditambahkan,Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy yang hadir secara luring juga mendukung pelaksanaan MotoGP, terutama kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat sekitar, dalam hal ini perekonomian UMKM.
“Dinas Kominfotik NTB berusaha bukan hanya pada regulasi yang ditekankan,namun adanya kegiatan usaha yang dilakukan secara nyata dengan digitalisasi, dengan memberikan model bisnis yang masih dijual hingga hari ini, yaitu NTBMall.com,sebagai situs jual beli online (e-commerce) produk-produk UMKM asli unggulan Nusa Tenggara Barat. Per oktober 2021, omzet online dan offline NTBMall mencapai 2,7 milyar, hingga November 2021 telah melibatkan 2.853 UMKM di NTB dengan lebih dari 4.250 produk yang tersebar dari 10 kabupaten/kota.” tegas Najamuddin Amy.

Sementara Founder & CEO Tenun Gaya, Wignyo Rahadi mengatakan kain tenun merupakan produk unggulan dari NTB,untuk itu Wignyo mengajak para UMKM agar lebih memperhatikan quality control dan finishing pada produk-produknya agar memiliki standar kualitas, dan tanpa quality control yang baik, hal itu tidak akan terjadi.Pada saat perhelatan MotoGP nanti semua mata di dunia akan memandang Mandalika,ini merupakan kesempatan kita untuk berpromosi, tentu yang diharapkan adalah kita bisa menjaga kualitas produk kita untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat atau wisatawan luar.

BACA JUGA  Diduga Dukun Santet, Tiga Warga Disumpah

“Jadi teman-teman yang belum melakukan quality control maupun finishing tolong dilakukan sesegera mungkin, dalam waktu jangka pendek ini kita harus bisa menawarkan produk yang terbaik di dalam pagelaran MotoGP”, ajak Wignyo.

Harus kita akui, setelah dibina dan diangkat produknya kendala yang sering ditemui oleh para perajin adalah bagaimana menjual produk tersebut, salah satu solusi yang
dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. “Mari kita bersama-sama bergiat membangun negeri dengan memanfaatkan fasilitas yg telah disediakan oleh pemerintah pusat dan daerah,” jelas Sativa Sutan Anwar,Pembina & perajin kain
tradisional Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut Indah Purwanti Ningsih, Founder Lombok
Womenpreneur Club juga mengatakan agar selalu dapat membaca perubahan perilaku konsumen. “Jadilah umkm yg kreatif dan adaptif sehingga dapat berinovasi
dan berkreasi sehingga dapat menciptakan produk yang sesuai kebutuhan konsumen
saat ini,” ungkap Indah

Acara Forum Digitalk ini diadakan secara hybrid, dihadiri oleh 30 pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat secara luring, dan secara daring melalui aplikasi Zoom dan streaming youtube Ditjen IKP Kominfo sebanyak 400 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.