News86 – Puluhan Dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Masyumi NU Danger Kecamatan Masbagik Lombok Timur bertemu dengan Bupati Lombok Tengah.

Kunjungan Civitas Akademika STIT dalam rangka silaturahmi antar sesama Kader NU.Hadir Rektor STIT Dr.H.M.As’ad dan seluruh staf pengajar Perguruan Tinggi yang baru berdiri beberapa tahun tersebut.

Menurut Rektor STIT Dr.H.M.As’ad selain datang untuk bersilaturahmi dengan Bupati Pathul yang juga Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Lombok Tengah tetapi juga ingin memperkenalkan STIT yang didirikan oleh Yayasan Al Masyumi.

Bukan itu saja STIT ingin merekatkan diri dengan Kader NU di seluruh Indonesia termasuk dengan Bupati Lombok Tengah dan masyarakat Lombok Tengah sebab mahasiswa dan mahasiswi STIT banyak berasal dari Lombok Tengah.

“Untuk mengembangkan diri maka salah satu caranya adalah saling merekatkan diri satu sama lain, nah dalam konteks itulah kami datang ke Lombok Tengah menemui Bupati yang juga Kader NU” kata Ketua Yayasan itu.

Diakuinya dapat bertemu dengan Bupati Pathul yang juga Ketua Tanfidziah PCNU itu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri terlebih lagi Bupati Pathul Bahri adalah seorang Kader NU dan penguasa wilayah.

Dia merasa terhormat bisa diterima langsung oleh Bupati Pathul meskipun di tengah kesibukan beliau dan juga tanpa bersurat. “Luar biasa, cukup dengan telepon saja kami bisa bertemu tanpa surat” ungkapnya.

Sementara itu,Bupati Pathul mengapresiasi kedatangan Rektor STIT bersama puluhan staf pengajar itu meskipun diakuinya tidak pernah ada kabar sebelumnya. “Saya tadi malam dikasi tahu lewat telepon bahwa akan datang Civitas Akademika STIT Lotim, saya katakan siap terima” ungkapnya.

Bupati Pathul juga menegaskan hubungan pemerintah dan akademisi harus seiring sejalan sebab peran akademisi dalam mencetak sarjana sarjana handal dan potensial untuk ikut dalam proses pembangunan didaerahnya masing-masing.

BACA JUGA  Lagi ! Mantan WBP Rutan Terima Bantuan Usaha dari Baznas Loteng


Bagi Bupati Pathul seorang guru atau dosen patut diberikan penghargaan luar biasa sama seperti halnya orang tua maka kata Bupati guru dan Dosen adalah orang orang yang paling mulia disisi Allah karena itu disetiap pidatonya Bupati selalu katakan “yang mulia”

. “Allah memerintahkan kita untuk memuliakan guru, anak yatim-piatu dan orang tua kita, makanya saya selalu katakan didepan guru guru kita, yang mulia sebab mereka telah dimuliakan oleh Allah” ungkapnya

Sebagai kader NU,Bupati meminta kepada civitas akademika STIT Al Masyumi Danger Lotim untuk terus semangat memajukan organisasi dimanapun berada tanpa harus iri dengan kemajuan orang lain. “Jangan kita lihat kiri kanan,majulah terus dengan penuh semangat untuk majukan organisasi, jangan juga sekali-kali kita iri dengan kelebihan rizki orang sebab sama saja kita iri kepada Allah yang telah memberikan rizki kepada kita” ujarnya.

Menurut Bupati Pathul dirinya sudah tak asing lagi dengan masyarakat Danger sebab organisasi NU diwilayah itu cukup besar.Bupati sendiri pernah mensopiri KH.Aqil Siraj Ketua PBNU ke Danger saat kunjungan kerja. “Saya pernah sopiri pak kiyai Aqil Siradj dahulu, saya juga sering datang kesana, makanya saya tak asing lagi dengan masyarakat Danger” Ungkapnya.

Bupati berharap agar komunikasi dan koordinasi antara Kader NU di Lotim dan Lombok Tengah terus terjalin kuat sehingga kedepannya saling merekatkan diri satu dengan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.