News86 – Peran seorang perawat sangatlah besar pada lingkup pemasyarakatan.Mereka adalah tulang punggung terdepan dalam pemberian layanan kesehatan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

Menjadi seorang perawat memang tidak mudah.Sabar adalah kunci mutlak yang harus dimiliki dan benar-benar diuji.Hal tersebut dikarenakan tidak semua orang mampu menghadapi banyak pasien yang merupakan WBP dan tentunya berbeda-beda dalam hal tindak pidana serta karakter yang dimiliki.

Selain itu,menjadi perawat di Rutan juga dituntut on call 24 jam.Artinya, mereka harus selalu siap ketika ada panggilan darurat yang memerlukan penanganan segera.

Seperti halnya pada Senin (31/1) malam lalu, Lalu Adi, salah seorang perawat Rutan Praya Kanwil Kemenkumham NTB, langsung bergegas menuju ke kantor untuk melakukan pemeriksaan terhadap WBP yang menderita sakit usai menerima panggilan telepon dari Kepala Regu Pengamanan. Didampingi Kepala Regu Pengamanan serta petugas blok yang tengah dinas malam, pria yang akrab disapa Miq Adi itu melakukan pemeriksaan serta penanganan medis secara langsung sesuai keluhan yang dialami WBP.

“Iya, tadi saya mendapat telepon katanya malam ini ada WBP yang mengalami sakit. Saya bergegas menuju kantor dan langsung melakukan pemeriksaan serta penanganan terhadap beberapa WBP yang menderita sakit sesuai informasi yang diberikan,” ucapnya.

“Telah kami tangani dengan memberikan obat minum kepada mereka,” lanjut Miq Adi. Kepala Rutan Praya Kanwil Kemenkumham NTB, Jumasih mengapresiasi kinerja perawat yang dengan cepat merespon hal tersebut. “Hal ini harus dipertahankan karena meskipun WBP, mereka berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sesuai yang diamanahkan dalam Undang-Undang Pemasyarakatan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.