News86 – Berbagai upaya telah dilakukan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Praya Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTB dalam pemutusan rantai penyebaran Covid-19. Salah satu bentuk komitmen yang dilaksanakan adalah pelaksanaan Vaksinasi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang kini tengah memasuki tahap kedua, Rabu (13/10).

Berkolaborasi dengan Puskesmas Lombok Tengah dan Polres Lombok Tengah, Pelaksanaan Vaksinasi di Rutan Praya Kanwil Kemenkumham NTB ini dimulai dengan Pendaftaran kemudian Skrining oleh Tim Kesehatan Puskesmas Lombok Tengah, serta dilanjutkan dengan penyuntikan Vaksinasi dan terakhir Observasi melihat dampak dari penyuntikan Vaksinasi tersebut.

Kegiatan ini merupakan langkah kongkret dalam upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 di Rutan Praya Kanwil Kemenkumham NTB. Kepala Rutan Kelas IIB Praya Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTB, Jumasih menyampaikan “Pemberian vaksin ini bertujuan untuk membentuk kekebalan, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh khusunya untuk seluruh warga binaan Rutan Praya”, ucapnya.

Sebagai informasi, jumlah Narapidana dan Tahanan Rutan Kelas IIB Praya Kanwil Kemenkumham NTB pertanggal 13 Oktober 2021 adalah 249 orang dengan rincian 237 orang di dalam Rutan dan 12 orang masih di tahan di pihak Kepolisian Sektor. Pada Vaksinasi tahap pertama September lalu, sejumlah 261 orang WBP mendapatkan vaksin jenis Sinovac, sama dengan jenis yang digunakan pada tahap dua kali ini

“Ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pihak yang telah berpartisipasi atas terlaksananya kegiatan Vaksinasi Covid 19 di Rutan Kelas IIB Praya. Semoga Allah SWT melindungi kita semua” tambah Karutan.

Kegiatan Vaksinasi ini dilaksanakan di Aula Kunjungan Rutan Praya Kanwil Kemenkumham NTB, tentunya dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dan tetap memakai masker serta menjaga jarak. Ruang Pelaksanaan Vaksinasi juga dilengkapi dengan Sarana prasarana penunjang kegiatan meliputi Sarung Tangan dan Handsanitizer serta Thermogun.(Humas/RutanPraya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.