News86 – Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya ST.MT Selasa (21/09) menemui Kades Sengkol Satria Wijaya Saraf,tokoh pemuda,masyarakat Desa Sengkol,Kecamatan Pujut.

Kedatangan saya (Sekda) yang di dampingi anggota DPRD Dapil Pratim dan Pujut Lalu Ramdan ini menemui para tokoh untuk menjelaskan informasi seputar lahan pengganti Lapangan Umum Mandalika yang digunakan sebagai lokasi pembangunan RS Internasional Mandalika.

Lalu Firman dalam kesempatan tersebut menjelaskan perjalanan awal sehingga muncul statementnya di media jika sudah ada lahan pengganti lapangan.” Perlu masyarakat tau bahwa saya pernah mendampingi bapak Bupati HL Pathul Bahri untuk bertemu dengan pak Gubernur NTB terkait lahan pengganti lapangan Sengkol.

Dalam pertemuan itu,pak Gubernur langsung merespons dan meminta kepada Kepala BPKAD NTB untuk menindaklanjutinya dengan memproses hibah tanah pemprov untuk diserahkan ke Pemkab Lombok Tengah.” Mudah mudahan akhir bulan September ini surat hibah sudah keluar.Dan masyarakat juga harus tau bahwa kami tetap kawal,” tegasnya.

Sekda juga menjelaskan,dalam hibah asset milik pemprov ini baru sebatas komitmen lisan. Untuk itu,kami berharap kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk tetap bersabar.paparnya

Sementara itu,Kades Sengkol Satria Wijaya Saraf mengaku sangat memahami proses administrasi hibah pemprov kepada kabupaten.Namun perlu di catat selama ini warga selalu bertanya-tanya mengingat pemerintah kabupaten tidak pernah menyampaikan seperti saat ini.” Selama ini kami hanya mendengarkan di media saja. Kalau begini kan jelas apalagi disampaikan langsung oleh pak sekda,” kata Kades.

Kades juga membeberkan alasan pemuda dan warga bicara keras di media,karena memang tidak langsung dijelaskan kepada pemerintah desa dan masyarakat. “ Perlu diketahui bahwa,kami hampir setiap hari ditanya oleh para tokoh dan pemuda,” kata Kades

BACA JUGA  Berkunjung Ke KEK Mandalika,Menteri ESDM Pastikan Pasokan Listrik Di Kawasan Siap untuk Event WSBK

Sedangkan,Anggota DPRD Lombok Tengah Dapil Pratim Pujut Lalu Ramdan mengaku masalah ini menjadi beban moral. Tapi luar biasa hari ini pak sekda mau langsung datang menemui masyarakat tanpa ada undangan.kata politisi Gerindra ini

Lalu Ramdan juga menceritakan, bahwa lahan lokasi dibangunnya RS Internasional Mandalika merupakan tanah swadaya masyarakat desa Sengkol.Mereka memberikan percuma untuk kebutuhan masyarakat.

” Pada Tahun 2017 baru tanah ini diserahkan ke kabupaten agar bisa diintervensi,” kata Lalu Ramdan

Lebih lanjut Lalu Ramdan menjelaskan bahwa,ketika lahan itu diambil untuk penggunaan apa saja oleh siapapun wajar masyarakat kita keras mempertanyakan.Namun setelah dijelaskan oleh pak sekda maka semua terang benderang.jelas Dewan dua periode ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.