News86 – Jumat (17/09) Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB,Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah dan para stakeholder mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Lombok Tengah.

Kedatangannya dalam rangka kegiatan pelaksanaan uji petik pedoman dan standar pengembangan sistem pembelajaran berkelanjutan bagi anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Lombok Tengah.

Dalam sambutannya Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Lombok Tengah Akhmad Zaenal Fikri mengatakan,kegiatan uji petik sistem pembelajaran berkelanjutan bagi anak berhadapan dengan hukum,yang mencakup penyelenggaraan pendidikan di LPKA Kelas II Lombok Tengah,yaitu pendidikan formal dan pendidikan nonformal dengan program kegiatan yang sedang dilaksanakan saat ini meliputi, program pendidikan kesetaraan (Paket A, B dan C).

Selain itu,Fikri juga menyampaikan 3 sistem pembelajaran yang digunakan yaitu dengan sisitem tatap muka (proses belajar dikelas), sistem modul dan sistem belajar kelompok.

Dalam kegiatan uji petik yang diselenggarakan ini dilaksanakan juga penyerahan ijazah kepada peserta didik dari LPKA Kelas II Lombok Tengah dan peserta didik dari luar (masyarakat luar) yang tercatat sebagai peserta didik pada PKBM Andikpas.

Sedangkan Direktuk Bimkemas dan Pengetasan Anak Liberti Sitinjak menyampaikan dalam konstitusi kita semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan dengan demikian yang menjadi kewenangan,kami selama anak-anak didik ini berada di dalam LPKA wajib mereka mendapatkan pendidikan,untuk itu dibutuhkan sinergitas antara Kementerian Hukum dan HAM,LPKA dengan dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk dapat menyelenggarakan kegiatan pendidikan bagi anak didik.

Harapannya kedepan setelah anak didik di LPKA ini bebas agar dinas Pendidikan dapat menindaklanjuti pendidikannya diluar LPKA jangan sampai terputus agar generasi-generasi anak yang produktif untuk di didik mendapatkan pendidikan untuk kita bisa membebaskan kemiskinan dibidang sumber daya manusia.terang Liberti.

BACA JUGA  Di Jalan Lintas Aik Darek Terjadi Laka Lantas,Korban Patah Tulang

Terhitung mulai sejak tahun 2018 PKBM Andikpas memperoleh ijin operasional tercatat sebanyak 27 orang peserta didik dari anak didik pemasyarakatan telah memperoleh ijazah paket B dan paket C sedangkan peserta didik dari masyarakat luar memperoleh sebanyak 21 orang peserta didik mendapatkan ijazah paket B dan Paket C.(Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.