News86 – Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lombok Tengah tahun anggaran 2022 ahirnya disahkan hari ini melalui rapat paripurna DPRD Loteng yang berlangsung ruang sidang paripurna.

Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Lombok Tengah,M. Tahid dan dihadiri langsung Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri.

Juru bicara banggar,H.Muhalip menegaskan bahwa setelah membaca,mencermati serta mempelajari dokumen rancangan KUA PPAS APBD tahun 2022,oleh banggar menyampaikan beberapa pokok pikiran seperti asumsi makro APBD tahun 2022. Dimana tema yang diusung dalam RKPD tahun 2022 yaitu pemulihan ekonomi daerah didukung SDM berkualitas dan unggul serta infrastruktur yang merata dan berwawasan lingkungan.

” Tema tersebut dijabarkan dalam enam prioritas pembangunan yakni penguatan harmoni sosial dan stabilitas keamanan, meningkatkan SDM berkualitas dan unggul. Mempercepat penurunan kemiskinan, perlindungan sosial dan peningkatan kesempatan kerja. Meningkatkan dukungan infrastruktur yang merata serta berwawasan lingkungan untuk pengembangan ekonomi pelayanan dasar, pengembangan daya saing produklokal dan peningkatan pembangunan ekonomi kawasan berbasis potensi unggulan,” ungkap Muhalip.

Muhalip menyampaikan dalam rancangan KUA APBD tahun 2022, terkait dengan situasi perekonomian pada tahun 2022, pemda berasumsi pembatasan sosial telah dibuka dan dikurangi tahun 2022. Sehingga konsumsi dan investasi akan meningkat, seiring ketersediaan vaksin yang efektip dan aman bagi sebagian besar penduduk.

” Disamping itu, dengan keberadaan KEK Mandalika yang merangsang pertumbuhan hotel baru, pemda berkesempatan melakukan ekstensifikasi potensi pajak dan retrebusi daerah. Selanjutnya asumsi situasi perekonomian tersebut dituangkan ke dalam asumsi ekonomi makro pada rancangan KUA APBD tahun anggaran 2022,”terangnya.

Asumsi tersebut juga dibandingkan dengan proyeksi pendapatan atau belanja pada rancangan RJPMD 2021-2026 yang telah selesai dibahas beberapa waktu yang lalu. Juga dibandingkan dengan RPJMN 2020-2024, dan juga dibandingkan dengan nota keuangan pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2022.

BACA JUGA  Babinsa Kodim 1620/Loteng Amankan Jalannya Rapat Pleno Tingkat PPK

“Untuk perbandingan target pendapatan daerah antara rancangan KUA dengan RJPMD 2021-2026, terdapat selisih target pendapatan daerah sebesar minus Rp 57,8 miliyar.Dimana target pada rancangan RPJMD masih lebih besar dibandingkan dengan target pada rancangan KUA APBD tahun 2022. Padahal kedua dokumen tersebut, disusun hampir bersamaan oleh lembaga yang sama,”terangnya.

Sementara itu,tren pertumbuhan pendapatan daerah,merujuk pada data pendapatan daerah dalam kurun waktu 2018 sampai dengan 2021. Tingkat pertumbuhan pendapatan daerah pernah meningkat sebesar 8,69 persen pada tahun anggaran 2019, seiring dengan terjadinya pandemi covid-19 pada tahun 2020 pertumbuhan pendapatan daerah merosot menjadi minus 2,41 persen.

“Sedangkan pertumbuhan pendapatan daerah pada tahun 2022 diperoyeksikan hanya meningkat sebesar 0,39 persen. Target tersebut lebih pesimis dari proyeksi pertumbuhan pendapatan pada tahun anggaran 2021 yang mencapai 4,8 persen. Banggar berpendapat bahwa target pada tahun 2022 dapat dirancang lebih optimis dibandingkan target pada tahun 2021. Seiring dengan berkurangnya pandemi dan mulai beroperasinya KEK Mandalika,”terangnya.

Politisi Senior Gerindra ini menegaskan dari tiga pos utama pendapatan daerah ada satu pos yang secara penuh dapat diintervensi langsung oleh pemda untuk meningkatkan kinerjanya yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) adapun pendapatan transfer dan LLPDS berasal dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, karena itu tidak bisa diintervensi penuh dan tidak terkait langsung dengan kinerja aparatur Pemkab Lombok Tengah.

“Dari sisi tren, target PAD tahun anggaran 2022 dirancang tumbuh 8,36 persen. Target pertumbuhan tersebut berkurang jika dibandingkan dengan target pada tahun 2021 yang tumbuh sebesar 12,58 persen. Jika mengacu pada Business Cycle Theory. Semestinya jika diasumsikan tahun 2022 perekonomian mulai pulih dan lebih baik dibandingkan tahun 2021, maka target pad tahun 2022 bisa lebih ekspansif,”terangnya.
Jika mengacu pada analisis tran, target pajak daerah memang cukup tinggi yaitu 91,63 miliyar. Target itu tumbuh 19,57 persen dari target pada APBD tahun 2021. Namun target PAD pada tahun anggaran 2022 perlu betul- betul dihitung. Karena sumber terbesarnya berasal dari pajak hotel, pajak restoran, pajak penerangan jalan, PBB dan BPHTB.tutup Muhalip

BACA JUGA  3992 surat suara yang lebih dan yang rusak 2128 dengan total berjumlah 6120 surat suara dimusnahkan KPU Lombok Tengah.Pemusnahan tersebut dihadiri Kapolres Loteng.Dandim 1620/Loteng,Ketua Bawaslu Provinsi NTB.

Sementara itu,Bupati Lombok Tengah H.Lalu Pathul Bahri mengatakan,dengan telah selesainya pembahasan bersama rancangan KUA-PPAS APBD Kabupaten Lombok Tengah tahun anggaran 2022 ini serta telah disetujui oleh seluruh fraksi, Insyaallah hari ini akan dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Kabupaten Lombok Tengah tahun anggaran 2022 antara pemerintah daerah dan DPRD kabupaten Lombok Tengah.

Hal tersebut akan menjadi kerangka kebijakan dan menjadi dasar dalam penyusunan rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022.

Bupati juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas telah selesainya pembahasan bersama antara badan anggaran DPRD Kabupaten Lombok Tengah, dengan tim anggaran pemerintah daerah kabupaten Lombok tengah terhadap kebijakan umum APBD dan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD kabupaten Lombok Tengah tahun anggaran 2022.

Setiap pendapat,kritik dan saran yang disampaikan pada saat pembahasan berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, tentunya sangatlah dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.tutup Bupati dalam sambutannya.

Pengesahan ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman bersama usai Badan Anggaran (Banggar) menyampaikan hasil pembahasannya,antara pihak eksekutif dan legislatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.