News86 – Perayaan hari raya Idul Adha di Kabupaten Lombok Tengah tetap dilaksanakan. Namun hal itu dilakukan dengan tetap melaksanakan aturan Disiplin Protokol Kesehatan serta
pembatasan ketat,termasuk pembatasan jumlah jamaah yang boleh hadir.

” Semua tempat ibadah dibatasi jumlah jamaahnya dari kapasitas total jamaah normalnya.Itu pun hanya warga kampung setempat saja yang boleh,kalau dulu dari mana saja bisa datang,namun kali ini hanya untuk warga setempat” ungkap Dandim Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan SIP dalam keterangannya.

Dandim mengungkapkan,pihak masjid telah meminta izin ke instansi terkait untuk melaksanakan gelaran shalat Idul Adha.Namun di sarankan supaya masyarakat melakukan shalat di rumah masing-masing.

Termasuk pelaksanaan kurban juga akan dilakukan lebih sederhana.” Kurban juga dibatasi dulu warga yang boleh datang,” ungkapnya.

Sedangkan,pada gelaran Hari Raya Idul Adha pada hari ini,dilakukan penyekatan sambil membagikan maskes kepada warga masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker,sebagai bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan kita semua agar terhindar dari penularan Covid-19,” ungkap Dandim.

Pada penyekatan tersebut didasarkan atas Surat Edaran (SE) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterbitkan oleh Pemerintah kabupaten Lombok Tengah dan provinsi NTB,termasuk syarat edaran Majelis Ulama ( MUI) Lombok Tengah.

Tiga dasar yakni SE Bupati Loteng,SE Gubernur NTB dan SE MUI tentang PPKM Mikro yang di dalamnya termasuk tentang Pembatasan Mobilitas Masyarakat Pembatasan Kegiatan Peribadatan dan Tradisi selama Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi COVID-19 dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.