News86 – Launcing Pompa Hodram dan Deklarasi Gerakan Penjaga Air dan Alam di dusun Batu Ngerenseng desa Aik Bukak kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah.Rabu (07/07) pagi.

Dalam sambutannya Ketua DPRD Lombok Tengah, M. Tauhid, S.IP, mengungkapkan,kami menyambut baik apa yang menjadi hajatan pada hari ini.Tentunya,ini merupakan program yang luar biasa dari TNI untuk mensejahterakan rakyat.

” Perlu dicatat bahwa di sini sangat paradoks.Lokasi ini merupakan sumber mata air,namun warga sangat kesulitan air bersih.Dan kami sangat mengapresiasi program TNI,” kata M.Tauhid

Selaku wakil rakyat,kami akan bersuara agar pemerintah daerah juga melakukan hal yang sama sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

“Kami akan mendorong dinas PU dan Perkim agar memprogramkan pompa hidram ini.Kalau kita bandingkan dengan sumur bor,tentu pompa hidram ini lebih hemat biaya,” ucap Tauhid.

Sementara itu,Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han mengatakan Pompa Hidram di Lombok Tengah ini mulai dibangun pada bulan Mei 2021 lalu dan telah disurvei pada bulan April dan tepat pada hari ini pada bulan Juli di launching.

” Kita harapkan dapat membantu kebutuhan air bersih khususnya untuk warga RT 4 dusun Batu Ngerenseng dengan jumlah KK sekitar 47,” kata Danrem.

Diakui Danrem, hampir 70 persen dari kepala sampai kaki dalam tubuh manusia membutuhkan air. Hal itu menunjukkan bahwa air sangat dominan dalam diri manusia.

“Kami hadir sejak 3 bulan yang lalu mendesain bagaimana caranya agar masyarakat tidak kesulitan air bersih. Saat ini warga cukup membuka kran saluran dari pompa hidram ini akan langsung menuju rumah masing-masing warga dan tinggal dipakai,” jelasnya.

BACA JUGA  Gowes To City Praya Buka Kegiatan HAB Kemenaq Ke 75

Lebih lanjut Brigjend Rizal,saat ini warga tidak perlu mengambil air ke bawah.Warga tinggal membuka kran dan menikmati air bersih.Namun,ia memohon serta mengingakat kepada warga agar bersama-sama merawat mesin pompa air.

” Ingat perawatannya sangat mudah. Tinggal ganti klep yang terbuat dari ban bekas sekitar 3 sampai 4 bulan pemakaian.Tadi kita sudah deklarasi pengurus Gejala.Untuk itu,pengurus yang tergabung dalam Gejala mempunyai tanggung jawab untuk merawat dan menjaga air serta alam, termasuk merawat pompa hidram ini,” harapnya

Sedangkan,Ketua Gejala desa Aik Bukak, Zarkasi S.Pd.I,mengungkapakan,bahwa kami merasa kesulitan air bersih meski berada di wilayah yang dekat dengan sumber mata air.Mengingat,posisi kampungnya yang berada di atas membuat warga harus turun jika ingin mendapatkan air bersih.

“Awalnya,kami di atas ini cuma bisa melirik air bersih.Kalau tidak turun mengambil kita tidak mendapatkan air bersih,”ujarnya

Dengan adanya Pompa Hidram yang dibangun TNI ini kami merasakan dan merasa terbantu.Oleh karena itu, pihaknya selaku pengurus Gejala berkomitmen merawat serta menjaga air dan alam.ucapnya

Kepala Desa Aik Bukak Hamdan, mewakili warga sangat berterima kasih kepada TNI atas program pompa hidram.Setelah sekian lama masyarakat kesulitan untuk menikmati air yang ada di depan mata mereka kini dengan mudah bisa didapatkan.

“Dulu ini menjadi rencana besar kami di pemerintah desa.Alhamdulillah, TNI hadir untuk merealisasikan itu semua. Kami sangat bersyukur,” tutup Kades.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.