News86 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) di kelurahan Leneng kecamatan Praya Lombok Tengah,menjadi inisiator untuk merubah tempat pembuangan sampah menjadi tempat nongkrong.

Risky Yoga Ketua KKN Unram dalam keterangannya mengatakan program KKN di kelurahan Leneng fokus untuk menangani persoalan sampah.Saat ini Leneng sendiri sudah memiliki bank sampah.Sehingga sangat relevan dengan program yang hendak diterapkan.

“Kami sangat tergugah untuk bersama-sama menangani persoalan sampah.Begitu mengetahui ada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya,maka kami bantu untuk menyadarkan akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya,” kata Risky.

Pihaknya akan membantu masyarakat untuk memanfaatkan sampah menjadi kompos dengan alat pembuat kompos cair dari sisa sampah organik.

“Sampah yang keluar dari rumah tangga bisa kita olah. Tinggal kita sesuaikan. Yang tidak bisa dijadikan kompos cair tentunya nanti memasukkan sampahnya ke bank sampah yang sudah ada atau bisa juga dijadikan sebagai hasil kerajinan,” ujarnya.

Diakui, untuk menangani persoalan sampah memang dibutuhkan sosialiasi atau pendekatan terhadap masyarakat.Dengan begitu,kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah akan terbangun.

“Seperti halnya waktu kami berjibaku bersama warga membersihkan tempat pembuangan sampah di lingkungan Wakan Lauk yang kini menjadi tempat nongkrong. Sebelumnya,kami melakukan pendekatan kepada masyarakat dan Alhamdulillah disambut baik,” imbuhnya.

Sedangkan,Dila Muhidah, S, menambahkan,beberapa kali kami telah melakukan sosialisasi untuk memberi penjelasan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.Hanya saja, tinggal bagaimana kita menjelaskan dan mencarikan solusi kepada warga untuk membuang sampahnya,” kata wanita berparas cantik itu.

Putri dari seorang prajurit TNI itu juga mengaku di kelurahan Leneng saat ini sedang gencar-gencarnya menangani persoalan sampah dengan adanya bank sampah. Hal itu tentu menjadi alternatif bagi warga untuk tidak membuang sampah ke sembarang tempat.

BACA JUGA  Pelajar Hilang Terseret Sungai Polsek Praya Timur Lakukan Pencarian

“Warga tinggal mengumpulkan sampah di kantong plastik yang sudah disediakan. Dari pihak kelurahan sendiri sudah memiliki armada untuk menjemput sampah pada malam harinya,” jelas Dila.

Sementara salah seorang warga lingkungan Wakan Lauk, Pranoto, sangat menyambut baik kehadiran dan peran dari adik-adik mahasiswa KKN Unram. Ia tak segan-segan ikut serta membantu mensukseskan program dari mahasiswa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami berjibaku bersama adik-adik ini pada malam hari membersihkan sampah di sebelah selatan kantor lurah. Begitu sudah bersih kami taruhkan berugak sebagai tempat istirahat ataupun nongkrong warga,” akunya.

Sementara, Lurah Leneng L. Muh. Isnaini, S.Sos, mengapresiasi inisiatif maupun program dari mahasiswa KKN Unram Mataram.

“Kehadiran mahasiswa KKN ini telah merubah keadaan yang semula tidak nyaman menjadi tempat duduk santai,” ungkap Ajik, sapaan akrab Lurah Leneng.

Diharapkan Ajik, semoga kedepannya tempat nongkrong itu bisa dijadikan sentral pemuda. Yang mana, di sana dijadikan tempat diskusi pemuda. Anak muda merupakan agen of change.

“Pemuda butuh sekretariat untuk berdiskusi, kami harapkan di sana bisa dijadikan sebagai wadah bertukar pikiran untuk membangun kelurahan Leneng ini ke arah yang lebih baik lagi,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.