News86 – Kemendikbud dan Ristek,Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali bekerjasaama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah mengadakan workshop tenun “Teknik Pewarnaan Alam” dan “Teknik Pembuatan Gerabah”
Kegiatan ini guna mendukung Mandalika menjadi Kawasan Wisata Super Prioritas atau Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah

Dalam pembukaan acara Workshop yang di adakan di hotel Grand Royal Batujai,Kepala BPNB Provinsi Bali I Made Dharma Suteja mengatakan,sektor pariwisata sangat terdampak oleh pandemi covid dan salah satunya adalah pelaku UKM kita.
Dan dari informasi,bahwa pengerajin gerabah boleh dikatakan mati suri saat ini.

Dengan adanya kegiatan ini diharapakan kedepannya gerabah akan kembali pada era keemasannya.

Demikian juga untuk pewarnaan alami agar para pengerajin tenun mengurangi penggunaan zat – zat kimia yang tentunya dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan akibat sisa sisa limbah yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan.

Pewarnaan alami benang pada kain tenun sukarare ini merupakan peninggalan leluhur kita sejak dahulu yang perlu di pertahankan dan dilestarikan.Serta memberikan ciri khas pada produk tenun yang di hasilkan

Ditambahkan mulai dari workhop ini dilaksanakan selama 4 hari mulai dari tanggal 5 sampai 8 Mei 2021,dengan lokasi pelaksanaan kegiatan Workshop teknik pembuatan gerabah di desa Penujak kecamatan Praya Barat Lombok Tengah.Dengan narasumber H Mustakim yang merupakan pelaku usaha kerajinan gerabah yang telah puluhan tahun menggeluti usaha gerabah dan hasil karyanya telah di ekspor keluar Negeri.

Sedangkan untuk pewarnaan alami diadakan di desa Sukarara kecamatan Jonggat Lombok Tengah dengan narasumber Satriadi yang merupakan pengerajin dan memiliki pengalaman dalam penggunan warna alami dan telah sering di undang sebagai narasumber di beberapa daerah.

BACA JUGA  WNA Depresi,Polres Loteng Dampingi ke Bandara

Made Dharma Suteja dalam sambutannya juga mengatakan,di depan mata akan ada perhelatan Superbike dan MotoGP,yang merupakan peluang besar terhadap produk UKM.Hal ini tentunya diperlukan inovasi agar produk hasil usaha gerabah maupun tenun bisa menjadi merchandise atau sovenir bagi para wisatawan yang menonton perhelatan tersebut.

Ditegaskan juga pada intinya gerabah sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) harus di lestarikan,harus tetap ada dan harus di pertahankan.Tidak boleh mati suri.Solusinya para generasi muda harus memiliki bakat sebagai pengrajin.saran Suteja

Cepat atau lambat para pengrajin gerabah dan tenun di Loteng,bahkan di pulau Lombok akan tersenyum lebar.Kedepan pengrajin gerabah menjadi satu dari sekian banyak profesi yang bergengsi.

Dulu gerabah di Penujak ini luar biasa terkenal,bahkan sampai mancanegara.Salah satunya Selandia Baru,tambah Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Loteng Gunawardan

Begitupun dengan tenun Lombok agar bisa memasuki pasar Internasional,seperti kain tenun Endek di Bali yang telah bermitra dengan peranjang busana Internasional Cristian Dior.pungkasnya sambil menutup pembicaraannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.