News86 – Kementerian Agama kabupaten Lombok Tengah,melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lombok Tengah,mengelar  dialog lintas agama dan kebangsaan yang bertajuk “Penanggulangan dan Mencegah Radikalisme ,Terorisme dengan Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa” bertempat di Aula Kantor Kemenag Lombok Tengah Senin (12/04) Pagi.

Masih tersebarnya paham radikalisme dan terorisme menjadi perhatian serius bagi Kemenag Lombok Tengah,Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lombok Tengah. Untuk mencari solusi agar paham tersebut tidak sampai mempengaruhi generasi muda

Pasalnya,paham radikalisme dan terorisme merupakan musuh utama bagi keberlangsungan suatu bangsa dan negara.

Kepala Kemenag Lombok Tengah H.Zamroni Aziz SHi,MH dalam sambutannya mengatakan,kegiatan dialog seperti ini sangat penting, pasalnya bisa menyamakan persepsi tentang paham radikalisme dan terorisme.

Pasalnya paham tersebut muncul karena sikap intoleran yang tidak bisa menerima perbedaan disuatu negara, padahal kerukunan dan keseimbangan itu sangat penting bagi kaum yang beragama.

“Untuk itu hari ini Kemenag,Loteng dan FKUB,Forum Kuminkasi Pimpinan Daerah menjadi peran penting guna memberikan wadah bagi semuanya,” terang H.Zamroni Aziz di hadapan puluhan peserta.

Lebih lanjut,Kepala Kantor Kemenag Loteng yang juga menjadi Ketua PW GP Ansor NTB, kegiatan ini juga untuk menyiapkan generasi emas bangsa Indonesia sekaligus mensinergikan bangsa untuk menjamin ketertiban dan kedamaian.

Dengan menanamkan nilai agama yang meliputi tawazun,tawasud, jiwa adil, saling memahami, islah,waliyah serta yang paling penting yakni mendorong generasi muda untuk punya jiwa wathoniah atau cinta tanah air.

H.Zamroni Aziz juga menambahkan tantangan terbesar dalam memerangi radikalisme karena ego sektoral yang terus memunculkan isu. Selain itu, karena sikap yang merasa benar sendiri akan suatu pemahaman.

Tugas untuk mencegah radikalisme dan terorisme merupakan tugas bersama-sama,baik instansi Pemerintah,Kepolisian,TNI,tokoh Agama,Tokoh Masyarakat,organisasi Masyarakat dan kita semua.

BACA JUGA  Tingkatkan Infrastruktur KEK Mandalika,ITDC Bangun Akses Jalan Menuju Kuta Beach Park

Sebenarnya agama manapun sama sekali tidak mengajarkan radikalisme dan kekerasan, karena semua agama mengajarkan kebaikan.Bersama Kemenag, FKUB dan instansi terkait bersatu padu dalam mencegah radikalisme agar terwujud dengan baik.

“Alhamdulillah di Kabupaten Lombok Tengah proses dan nilai toleransi berjalan baik, tidak adanya radikalisme. Mari kita jaga kondusifitas ini bersama-sama,” ajak H.Zamroni Aziz

Sedangkan Bupati Lombok Tengah yang di wakili oleh Plt Asisten II Setda Loteng Tri Wiastuti saat membuka dialog silaturahmi menyampaikan bahwa segala radikalisme merupakan sebuah tindakan yang dapat menganggu akan segala bentuk perbedaan.

Dan akibat dari perbuatan tersebut adalah bentuk toleransi umat beragama di masyarakat pun akan terancam.

Karena itu,mari kita tanamkan prinsip-prinsip kerukunan bagi masyarakat kita, dengan memelihara kerukunan umat beragama, ketertiban dan ketenteraman.

Melibatkan partisipasi masyarakat, dan bersama dengan aparatur pemerintah, mari menaati peraturan undang-undang yang berlaku demi menjaga kenyamanan yang saat ini sangat baik.ucao Asisten III

Acara Dialog dan silaturahmi ini juga dihadiri Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho SIK.Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan.Kepala Kejaksaan Negeri Loteng Fadil Regan SH.MH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.