News86 – Adalah Hj.Baiq Nilnawati warga kelurahan Semayan Kecamatan Praya Lombok Tengah,adalah ibu rumah tangga diduga mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pelakunya adalah suaminya sendiri

Dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu (10/03) Siang di rumah kepala lingkungan Lalu Asrul Kamil kampung Ganti kelurahan Timugalih Praya Lombok Tengah.

Hadir Kuasa Hukum Keluarga Lalu Fadlurahma.serta keluarga Baiq Nilnawati Lalu Asrul Kamil dan anaknya Baiq Lilis Herawati

Kuasa Hukum Keluarga Hj.Baiq Nilnawati yakni Lalu Fadlurahman SH dihadapan awak media menceritakan kronologinya bahwa,dari pengakuan Hj Baiq Nilnawati alias BN,setelah mengetahui suaminya menikah dibawah tangan sekitar tahun 2018 silam itu,BN mencoba bertahan dan sempat menanyakan kebenaran tentang pernikahan suaminya dengan wanita lain.

Setelah lama dan usut punya usut.BN belakangan mengetahui siapa wanita yang diam-diam dinikahi suaminya tersebut.Wanita itu berinisial LRZ yang seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Inspektorat Lombok Tengah.

Mengetahui kalau seorang ASN tidak boleh menjadi seorang istri kedua, dibantu salah seorang anaknya, BN kemudian melaporokan hal tersebut ke Badan Kepegawaian,Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) saat itu masih bernama Badan Kepegawaian Daerah (BKD),namun setelah melapor tidak ada tindak lanjut.

“Beruntung saat itu ada LSM yang prihatin dan menyoroti masalah tersebut dan mengadukan hal tersebut ke KASN di Jakarta,”Kata Lalu Fadlurahman.

Lalu Fadlurahman juga menjelaskan,suami BN adalah HJH,HJH setelah tahu kedoknya menikah lagi HJH saat itu meminta persetujuan agar BN mau dimadu dengan menyodorkan surat pernyataan rela dimadu.

Namun saat itu BN menolak menandatangani surat pernyataan rela dimadu itu.Dan HLH alias sang suami mengatakan,kalau tidak mau menandatangi surat pernyataan tersebut maka akan bertemu di Pengadilan,

BACA JUGA  Capai Kesepakatan,Pemilik Lahan Enclave The Mandalika Kosongkan Lahan Secara Mandiri

Dan benar saja,sekitar 4 bulan lalu, tepatnya tanggal 19 oktober 2020, HLH mengajukan gugatan cerai talak ke Pengadilan Agama Praya yang hasilnya,Majelis Hakim mengabulkan gugatan HLH.

“Atas putusan Pengadilan Agama itu,BN kemudian mengajukan banding sehingga putusan pengadilan itu belum berketatapan hukum tetap atau ingkarah,”Ungkap Lalu Fadlurahman.

Ditambahkan,karena sudah tidak tahan atas perlakuan suaminya baru sekitar awal Februari 2021,BN bersama anak-anaknya mulai berani terbuka dengan apa yang selama ini dialaminya setelah ada wanita lain yang diduga merusak rumah tangga mereka.

Berbagai dugaan KDRT dialami oleh keluarga tersebut,baru pada tanggal 14 Februari 2021 akhirnya BN melaporkan dugaan KDRT yang dialaminya itu ke Mapolres Lombok Tengah.

BN sendiri telah diperiksa oleh Unit PPA Polres Lombok Tengah sebagai pelapor sekaligus korban dan pemeriksaan kedua akan dilakukan Senin depan,pihak kekuarga berharap agar pihak kepolisian segera menuntaskan persoalan tersebut, baik yang dilaporkan ke Mapolres.

Terkait dugaan KDRT dan juga masalah oknum ASN berinisial LRZ yang telah terbukti melanggar kode etik agar diberikan sangsi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Perlu di ketahui bahwa suami BN adalah pengelola salah satu SPBU di kota Praya.Kata Fadlurahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.